SEMUA YANG TERTULIS DAN TERLIHAT MERUPAKAN BEBERAPA PERJALANAN HIDUP YANG PERNAH DI LALUI BAIK YANG TERJADI DI DALAM DIRI MAUPUN YANG TERJADI DI KEHIDUPAN ORANG TERDEKAT,,KARENA KU MENGANGGAP MENULIS ATAS APA YANG DILIHAT DAN TERLIHAT TERASA LEBIH BAIK DARI PADA KU JADIKAN ITU SEBAGAI BEBAN KEPADA ORANG LAIN..

Senin, 24 Agustus 2009

Cerita Tak Bermakna......


Kutelusuri ruang pemikiran untuk mendapatkan ide yang bisa dijadikan sebuah tulisan yang sederhana meskipun masih jauh dari sempurna, perlu banyak belajar lagi untuk mendapatkan tulisan yang baik.Baik dalam isi,bahasa,tanda baca,dan sebagainya.

Akhirnya aku mulai mendapatkan ide yang kutuliskan ke dalam selembar kertas yang mungkin nanti bisa membutuhkan beberapa kertas lagi, apabila ide yang ada dipikiran memiliki banyak suku kata yang bisa di ceritakan.

Kertas itu pun ku ambil setelah ku dapatkan sebuah pulpen di rak buku yang berantakan. Ku mulai memikirkan hal apa yang ingin aku tuliskan ke dalam kertas ini, kebetulan sekali sepertinya aku ingin menuliskan sesuatu.

Kadang, ketika aku telah mendapatkan ide yang bagus tiba-tiba saja hilang begitu saja sehingga aku harus mulai memikirkan dari awal kembali.

Mungkin itu satu hal yang biasa, selain daya ingat yang lemah, kadang apa yang ingin dituliskan belum begitu sempurna jadi harus mencari kata-kata yang lebih tepat lagi.

Menulis bukanlah kebiasaan bagiku, namun terkadang mood itu datang tiba-tiba saja tangan ini sepertinya tidak sabar lagi untuk menuliskan sesuatu meskipun apapun itu.

Menulis catatan yang tidak jelas adalah kebiasaan bagiku, sehingga jangan dipertanyakan lagi ketika ku menulis sesuatu terlalu banyak coretan-coretan yang kadang membuatku semakin bingung sehingga tidak ada sama sekali hasil yang di dapat.


Mmmhhhh....
Akhirnya ide itu pun muncul...

Menilik ke sebuah desa terpencil di pedalaman pulau sumatera yang diberi nama Desa Sarmeme, tinggallah sejumlah penduduk yang bisa dibilang tidak begitu banyak, yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani kopi dan tanaman palawija. Sejenak tidak ada yang menarik yang perlu diceritakan kecuali keseharian penduduk disana, namun ku mulai tertarik untuk menuliskan cerita di sebuah keluarga yang begitu bersahaja yang kalau di jelaskan cukup berbeda dengan penduduk lainnya.

Mereka adalah keluarga yang sederhana tapi di desa tersebut mereka cukup terpandang, selain kebun mereka yang lumayan luas dan ternak kerbau yang lumayan banyak juga.

Sebut saja keluarga Pak Ruy agar gampang untuk menjelaskannya.

Di keluarga Pak Ruy memang bisa di bilang adalah keluarga besar di karenakan Pak Ruy dan Bu Ruy memiliki 7 anak yang terdiri dari 2 laki-laki dan 4 perempuan.

Di desa tersebut memang selalu memiliki banyak anak, selain pengetahuan KB yang belum meluas di kalangan masyarakat, mereka berpendapat memiliki banyak anak itu berarti rezekinya banyak.

Tidak ada yang salah dari istilah tersebut, namun kesejahteraan bagi si anak cukup kurang baik itu dari moril maupun materil. Biasanya anak-anak di desa tersebut hanya mengenyam pendidikan paling tinggi hanya di sekolah menengah pertama saja (SMP), setelah itu mereka harus membantu orang tua untuk berkebun atau ber imigrasi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan paling tinggi sebagai Pembantu Rumah Tangga. Hanya beberapa dari keluarga di desa itu yang mampu menyekolahkan anaknya sampai Perguruan Tinggi.

Salah satu keluarga yang sangat beruntung itu adalah keluarga Pak Ruy. Meskipun mereka memiliki banyak anak namun mereka sangat bersemangat untuk menyekolahkan anak-anaknya. Ada yang menjadi Dokter, Bidan, Pegawai Kantoran, Polwan, Akuntan.

Untuk menjadikan anak-anak yang berhasih Pak Ruy dan Bu Ruy serta anak-anak mereka selalu bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita itu. Pak Ruy dan Bu Ruy adalah orangtua yang sangat mulia sekali hatinya dan mungkin bisa dijadikan idola yang utama bagi ke tujuh anaknya. Pak Ruy dan Bu Ruy sangat mencintai ke tujuh anaknya dan begitu juga sebaliknya anak-anak mereka juga sangat mencintai dan menyayangi ke dua orantua mereka.

Tidak ada komentar: